Kisah Hidup

Selasa, 07 Agustus 2012

HARI PALING TERINDAH


CERITA HARI LAHIR KU TAHUN INI..

Add caption
alhamdulillah...
8 Agustus 2012
bertambah lagi angka 1 dalam umur ku..
semakin hari,, aku semakin banyak melangkah..
dan semakin aku banyak belajar dlm meniti perjalanan..


bagi aku,, tahun ini,, amat berbeza..
kenapa??
kerana 1 tahun sebelum ini,, ak menyambut kedatangan hari lahir ku di tanah daeng (kota Makassar)
tahun ini aku tidak berkesempatan utk lari ke cameron utk menyambut kedatangan hari yang bersejarah dalam hidup aku ni..
ak memang tidak pernah mengadakan apa apa sambutan utk hari lahir ku..
cuma aku akn menenangkan fikiran aku n jauhi diri aku dari semua orang pada hari lahir aku..
itu yang aku lakukan...


tahun ini,, ak berada di teratak ayah ibu ku..
sebelum ibu keluar bekerja,, dia mngucapkan selamat hari lahir kpd aku,, sdangkan aku masih mamai mase tu..
aku bangun tidur dalam jam 10pagi..
ternyata aku dikejutkan dengan sesuatu...
ak sebak sebenarnya.. sebab aku xsangka akan mendapat kejutan seperti itu..
ayah ku dan mnyiapkan segalanya..
aku kluar dari bilik,, aku mlihat semuanya tersusun di atas meja..

aku ucapkan terimakasih ma teman2ku yang memberikan ucapanku,,,
terimakasi to sayangku sri handayani yang ada di bima sekarang,,AKU TETAP MENCINTAIMU TO SELAMANYA

INSTALASI LISTRIK


Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah

Setelah beberapa artikel di instalasilistrikrumah.com yang dirilis sebelumnya sudah membahas mengenai pengertian dasar dan faktor keselamatan dari alat-alat listrik yang sering kita pakai di rumah, untuk selanjutnya kami coba mengetengahkan tema artikel yang membahas mengenai jenis-jenis perlengkapan yang dipasang dalam instalasi listrik rumah. Memang sih ini seperti kembali ke awal, tetapi kami tentunya tetap berpegang pada komitmen “memudahkan masyarakat yang awam mengenai listrik untuk lebih familiar dengan peralatan listrik yang ditemui sehari-hari”. Dari hal-hal dasar inilah tentunya akan lebih mudah untuk membahas lebih detail aspek-aspek lain dari peralatan-peralatan itu. Dan juga setidaknya bila kenal mudah-mudahan akan lebih mudah kalau suatu saat terjadi masalah di rumah, kita sebagai pelanggan listrik bisa menginformasikan masalahnya dengan jelas baik ke pihak PLN atau instalatir listrik sehingga proses penyelesaiannya dapat lebih cepat.
Andaikata ada masalah listrik di rumah yang kita laporkan ke bagian pelayanan gangguan PLN dan petugas tersebut mencoba menanyakan apakah ada bagian peralatan yang “trip” atau “turun”, pastilah jawaban “tidak tahu” atau “enggak ngerti” akan bisa dihindari. Memang sih bila pelanggan yang nggak mengerti sama sekali tentu sangat dimaklumi (namanya juga customer yang tinggal pakai dan bayar, wajar dong…), apalagi dengan pertanyaan teknis seperti itu. Tapi perlu juga dimaklumi bila ada petugas PLN sedikit menanyakan hal teknis, karena sangat memudahkan untuk memperkirakan kira-kira dimana akar masalahnya dan waktunya tentu lebih cepat. (Untuk petugas yang sudah berpengalaman mungkin nggak perlu tanya lagi karena biasanya mereka sudah bisa memperkirakan asal muasal penyebabnya). Semoga anda tidak sering-sering mengalami yah…
Baiklah, paragraf diatas hanya sekedar gambaran situasi. Nah, sekarang kita coba bahas satu persatu peralatan instalasi listrik yang utama dan umum terpasang di perumahan.

1.  Bargainser (“Meteran Listrik”)
Bargainser tipe Analog
Bargainser yang dipasang di Instalasi Listrik Rumah
Alat ini terpasang di tiap rumah yang berlangganan listrik PLN. Bagian ini adalah batas antara PLN dan pelanggan. Lepas dari ini adalah tanggung jawab pelanggan. Bargainser adalah masih tanggung jawab PLN. Jadi alat ini milik PLN dan disegel oleh PLN. Hanya petugas resmi dari PLN yang berhak membuka bargainser ini. Saat membuka biasanya segel dirusak dan kemudian dipasang segel baru sesudah ditutup kembali. Karena itu bila terjadi masalah dengan bagian ini, segera panggil petugas PLN.
Posisi pemasangan di bagian depan dari rumah untuk memudahkan pencatatan pemakaian listrik oleh petugas PLN. Terdapat juga informasi mengenai ID pelanggan (No. kontrak pelanggan) di bargainser ini.
Bila ada rumah yang menggunakan listrik tetapi tidak ada bargainser terpasang, bisa jadi rumah tersebut menggunakan pembangkit listrik sendiri (genset), disuplai dari rumah lainnya atau pemakaian illegal (kami yakin kesadaran masyarakat kita sudah sangat bagus untuk selalu menggunakan pemakaian legal).
Fungsi-fungsi dari bargainser adalah :
·         Pembatas daya yang digunakan oleh pelanggan (sesuai dengan kontrak pemasangan)
·         Mencatat daya yang dipakai oleh konsumen. Karena itu ada yang menyebutnya “kWh Meter” atau “Meteran Listrik” (kWh : kilowatt hour)
·         Saklar utama pemutus aliran listrik bila terjadi kelebihan pemakaian daya oleh pelanggan, adanya gangguan hubung singkat dalam instalasi listrik rumah pelanggan atau sengaja dimatikan untuk keperluan perbaikan instalasi listrik rumah.
Dalam bargainser ini terdapat komponen utama yaitu circuit breaker (MCB : Miniature Circuit Breaker), spin control dan meter listrik.
·         Circuit Breaker (MCB)
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah komponen yang bertugas memutus aliran listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumen atau bila terjadi gangguan hubung singkat dari suatu peralatan listrik di rumah. Pun saat melakukan perbaikan instalasi listrik rumah, komponen ini sebaiknya dimatikan.
·         Meter Listrik (kWh Meter)
Sebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah digunakan pelanggan. Satuannya dalam kWh (kilowatt hour). Indikatornya terlihat dari angka-angka yang tercatat. Petugas pencatat PLN yang rutin berkunjung tiap bulan selalu mencatat angka-angka ini.
·         Spin Control
Merupakan sebuah komponen yang bekerja dengan berputar bila terjadi pemakaian daya listrik. Semakin besar daya yang dipakai maka perputaran akan semakin cepat. Besarnya daya pemakaian akan dicatat oleh “meter listrik” dan bila kelebihan akan dibatasi oleh MCB.

Bargainser tipe digital
Bargainser tipe digital yang dipasang di instalasi listrik rumah
Saat ini ada 2 macam bargainser, yaitu analog dan digital. Model analog masih sangat umum dipakai di perumahan, sedangkan model digital biasanya  lebih digunakan untuk pelanggan PLN pra-bayar (dikenal dengan system pulsa). Untuk system ini, pelanggan hanya perlu membayar terlebih dahulu sejumlah uang kepada PLN (bisa melalui ATM dengan memasukkan kode pelanggan yang diperlukan) dan kemudian mendapatkan kode semacam voucher untuk dimasukkan dalam bargainser tersebut. Persis seperti membeli pulsa pra-bayar.
Termasuk dalam alat ini adalah sambungan kabel pentanahan (“Arde” atau “Grounding”). Mengenai pentanahan akan dibahas dalam bagian terakhir.
2.  Pengaman Listrik (“Sekering” atau “Panel Hubung Bagi”)
Bagian ini lebih dikenal orang dengan nama “Sekering”. Asalnya dari bahasa Belanda “Zekering”. Dalam bahasa Inggris biasa disebut “Fuse”.
Fungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila terjadi masalah seperti hubung singkat di peralatan listrik dengan cara memutus arus listriknya.
Dalam bagian pengaman listrik ini, instalasi listrik rumah dibagi dalam kelompok atau grup (kadang disebut juga dengan istilah Panel Hubung Bagi). Tujuan paling utama adalahtentu saja faktor keamanan. Apabila ada masalah pada suatu peralatan listrik, misal hubung singkat, maka tidak keseluruhan aliran listrik ke rumah akan terputus. Dan akan lebih mudah mencari bagian dari instalasi listrik tersebut yang bermasalah. Syaratnya tentu saja pemilik rumah harus tahu pembagian grup ini.
Pembagian grup dalam suatu instalasi listrik rumah, dalam hal ini adalah yang paling umum, biasanya per area, misalnya :
·         Antara bagian depan dan bagian belakang rumah.
·         Antara sayap kiri atau sayap kanan rumah.
·         Untuk rumah 2 lantai, bisa dibagi per lantai
·         Antara berbagai macam beban listrik, seperti pompa air, lampu, stop kontak, AC dan lain-lain.
Perlu dicatat bahwa semakin banyak pembagian grup tentunya berimbas pada biaya pemasangan instalasi listrik. Dihitung dari jumlah pengaman dan kabel yang terpasang serta jasa pemasangan instalasi listriknya.  Tapi juga faktor keamanan dan kemudahan mencari sumber permasalahan instalasi listrik akan turut berpengaruh.
Eh..kalo memang namanya sekering atau “fuse”, kok bentuknya sekarang ini adalah MCB ya? Apa bedanya sih?
Baiklah teman, memang sih ada 2 jenis pengaman listrik :
·         Pengaman lebur (“Sekering” atau” Fuse”)
Box Sekering
Box tipe pengaman lebur (Sekering)
Merupakan komponen pengaman listrik yang sifat kerjanya meleburkan kawat yang dipasang didalam komponen tersebut apabila kawat tersebut dilewati dengan arus hubung singkat tertentu. Jenis kawatnya berbeda-beda untuk tiap hantar kawat dengan arus nominal tertentu, misal 2A (Ampere), 4A, 6A dst.
Ada dua jenis dari komponen ini, yaitu tipe kawat lebur dan tipe tombol. Untuk tipe kawat lebur mempunyai prinsip kerja seperti penjelasan di atas dan untuk menormalkan kembali perlu diganti dengan pengaman lebur yang baru. Sedangkan untuk tipe tombol (seperti gambar diatas), bila terjadi masalah hubung singkat maka arus listrik akan terputus dan untuk menormalkan kembali cukup dengan menekan tombol yang besar tersebut. Tombol kecil berfungsi untuk memutus aliran listrik.
Komponen pengaman tipe lebur ini mulai jarang digunakan karena ada kerepotan tersendiri bila putus karena terjadi masalah. Apalagi bila persediaan sekering di rumah tidak ada. Tetapi secara jujur perlu diakui bahwa komponen ini akan bekerja sempurna memutus listrik bila terjadi masalah, asal saja komponen ini original kawatnya tanpa kita rubah sendiri. Berbeda dengan tipe berikut yaitu MCB yang mempunyai fungsi sebagai pemutus arus lsitrik bila kelebihan beban atau terjadi hubung singkat, pengaman lebur hanya berfungsi bila terjadi hubung singkat saja.




·         Pengaman thermal (“MCB” atau “Circuit Breaker”)
Box pengaman tipe MCB
Pengaman tipe MCB
Merupakan komponen listrik yang bekerja dengan system thermal atau panas. Didalamnya terdapat bimetal, dimana bila arus listrik yang mengalir melebihi ukuran tertentu (karena kelebihan beban atau terjadi hubung singkat) dari MCB ini, maka bimetal ini secara mekanis akan memutus aliran listrik dan menggerakkan tuas ke posisi “OFF”. Untuk menormalkan kembali sangat mudah, hanya dengan mengembalikan tuas ke posisi “ON”.
Jenis ini lebih banyak digunakan di instalasi listrik rumah. Hanya saja komponen ini punya kelemahan, yaitu bila secara mekanis ada masalah maka MCB ini tidak akan bekerja. Karena itulah perlu memilih MCB dengan kualitas baik dan bukan melulu yang paling murah.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, mulai dari bagian Pengaman listrik inilah menjadi tanggung jawab pelanggan. Bagian ini sangat “customized”, sesuai dengan permintaan pelanggan dan dipasang oleh instalatir listrik bersamaan dengan bagian instalasi listrik lainnya. Bila terjadi masalah pada bagian ini, pelanggan bisa menghubungi instalatir listrik tersebut atau petugas PLN pun masih bisa membantu bila kondisi darurat seperti malam hari.
Dalam beberapa proyek pemasangan instalasi listrik rumah, instalatir listrik kadangkala membuat terminal kabel pentanahan atau arde tersambung dalam box pengaman ini. Sehingga kabel pentanahan dari bargainser PLN akan dihubungkan di terminal ini.
Tema “Mengenal Peralatan Listrik Rumah” ini sebenarnya cukup panjang pembahasannya. Untuk menghindari informasi yang overload bagi pembaca, maka artikelnya kami bagi dalam 3 bagian. Dan jangan khawatir, bagian berikutnya, “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)“, sudah siap untuk dibaca. Semoga bagian ini mendatangkan manfaat bagi anda.
Salam,

Jumat, 03 Agustus 2012

Perempuan Malam …


Kubuka mata perlahan, tak tahu sudah berapa lama aku tertidur … pulas … yah aku tertidur pulas tanpa mimpi. Aku tak tahu sejak kapan mimpi meninggalkan tidurku, bukan hanya didalam tidur diangan pun mimpi itu sudah tak ada.

Dulu aku suka bermimpi, aku suka bermimpi berjalan di tanah lembut berbau lembab, sambil memandang daun-daun hijau dan berteman desauan angin . Dulu aku suka bermimpi tidur dibuaian kapuk putih selembut sutra, tapi dulu juga aku suka bermimpi telanjang. Entah kenapa aku sering bermimpi telanjang. Yah bulat … tanpa satu helai benangpun . Polos , atau memang itu pertanda aku harus telanjang didepan semua lelaki?

Aku perempuan malam yang bentuk tubuhnya diingini oleh perempuan manapun di seluruh negeri. Kulitku putih bersih seperti susu tanpa cacat secuilpun. Rambutku bergelombang indah hitam dan selalu wangi, hidungku bangir dan indah, bibirku seksi merah walaupun tanpa gincu. Mataku yang paling indah, bola mata itu hitam dan cerah warna putihnya. Memancarkan kecantikkan sempurna seorang perempuan. Aku menyebut diriku perempuan. Aku suka kata perempuan. Tapi aku bukan perempuan suci yang pantas di sanjung atau dipanggil bunda. Hanya perempuan suci yang pantas dipanggil bunda. Aku? , aku hanya perempuan malam.

Dan dikaca besar ini kembali kupandangi tubuh indah ini, siapa laki-laki tak tergiur dengan santapan lezat ini. Mungkin lelaki paling shaleh pun akan terpesona dan lupa dengan sorbannya. Aku tersenyum, mengapa Tuhan memberiku keindahan tapi sekaligus menghukum keindahan itu.

Tanganku meraba leherku yang jenjang putih mulus, tak ingat aku sudah berapa banyak nafas didenguskan di leher ini. Aku raba bibirku, tak tahu pula sudah berapa banyak bibir yang menyentuh dan melumatnya . Kuraba dada busungku, indah , kenyal dan menggiurkan, kembali aku tak berhitung sudah berapa sentuhan yang membuatnya bergelora. Lalu ku sentuh gerbang itu, tak tahu pula aku berapa banyak sudah lelaki yang kubuat menggelinjang dan melepas keinginan paling buas dimuka bumi ini.

Kembali aku tersenyum, puaskah aku? . Tidak penting seberapa puas aku, yang penting mereka puas. Buat mereka aku hanya seperti seonggok daging yang bisa mereka buat seperti apa yang mereka pikirkan di otak paling kotor mereka. Aku sudah terbeli. Jadi layak jika aku diperlakukan seperti barang, dirindukan di pakai kembali, jika rasa telah hilang, di simpan kembali.

Disimpan? , kata apa pula itu, aku bukan sesuatu yang indah yang bisa disimpan, aku hanya angin yang datang ketika gemuruh gelora asmara meminta syahwat. Tak lebih. Tapi hanya ada satu lelaki yang membuat aku bukan sekedar syahwat. Tapi aku adalah makhluk indah seindah bidadari langit . Ah julukan dia itu kepadaku membuat aku terpental , tidak membuat semu merah di pipiku yang halus putih bersih. Tapi cukup membuat mata hatiku tersenyum, dan dia tidak tahu itu. Hanya kepada laki-laki ini aku menjadi perempupan suci.

Lelaki itu bukan hanya datang untuk berhasrat, lelaki itu selalu membuat aku seperti bidadari langit. Dia memperlakukan aku dengan indah, dia mencium seluruh tubuhku dengan kasih, dia memasuki diriku dengan kelembutan, tak pernah ada rasa sakit. Jiwa raga , relung hati, semua miliknya . Kami tidak bersuara, kami diam, tapi dalam diam, kami menikmati keintiman ini. Kami tak perlu desahan untuk memberi tahu tubuh kami bahwa kami menjadi satu. Kami menikmatinya dalam diam.

Kadang dia datang hanya ingin memelukku dalam diam, dia bilang dia hanya ingin mendengar detak jantungku, dia hanya ingin memelukku. Merasakan hangat dekapannya, membuatku ingin bermimpi, tapi perempuan sepertiku apa bisa punya mimpi? . Sudah bertahun-tahun mimpi itu tak lagi singgah. Mungkin mimpi hanya untuk orang-orang suci.

Lelaki itu akan datang malam ini . Malam ini sengaja aku menggulung rambutku keatas, sehingga terlihat jelas jenjang leherku yang indah, kukenakan giwang kecil pemberiannya. Hanya perhiasan itu yang kupakai. Tak lebih . Gaun yang kukenakan pun hanya gaun malam biasa, dengan bahan yang sejuk, tergerai pas ditubuhku yang ramping, tapi aku merasa bahwa aku bisa mengalahkan bidadari langit sekalipun. Ini warna kesukaannya, hijau , yah hijau pupus ini menjadi lebih cantik disanding dengan pualam putih kulitku. Wangi kulitku semerbak. Gincu yang kupakai juga hanya sekilas. Kaca yang memantulkan sosok tubuh ini tak pernah bohong. Aku cantik.

Lelaki itu tak pernah terlambat, tak pernah sedetikpun, hatiku selalu bergemuruh menanti kedatangannya. Selalu seperti itu. Dia lelakiku . Seperti malam ini.

Lelaki itu datang …..

Pendahuluan


BAB I
LATAS BELAKANG

A. Judul Penelitian : 
ANALISIS KESULITAN BELAJAR YANG BERSIFAT EKSTERNAL SISWA PADA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ) SKM NEGERI 2 BIMA 

B. Latar Belakang 
Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 merupakan salah satu tujuan negara Republik Indonesia dimana tujuan tersebut selanjutnya dituangkan dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, yang kemudian dirumuskan dalam Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2003: pasal 3, tentang sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dari waktu ke waktu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi makin pesat. Arus globalisasi semakin hebat. Akibat dari fenomena ini antara lain munculnya persaingan dalam berbagai bidang kehidupan, diantaranya bidang pendidikan. Untuk menghadapi tantangan berat ini dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satu cara yang ditempuh adalah melalui peningkatan mutu pendidikan.

Pendidikan merupakan aspek penting bagi pengembangan sumber daya manusia, sebab pendidikan merupakan wahana atau salah satu instrumen yang digunakan bukan saja untuk membebaskan manusia dari keterbelakangan, melainkan juga dari kebodohan dan kemiskinan. Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada unsur pelaksanaan pendidikan itu sendiri yaitu guru. Guru secara langsung mempengaruhi membina dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi manusia yang cerdas dan bermoral tinggi. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam proses pembelajaran guna meningkatkan mutu dan proses belajar peserta didik. Penguasaan bidang studi yang akan diajarkan oleh seorang guru belum sepenuhnya dapat menjamin keberhasilan guru tersebut dalam mengajar peserta didik. Dalam hal ini, guru sebagai pendidik perlu melengkapi kemampuan mengajar yang berorientasi pada peserta didik. Salah satu orientasi tersebut adalah peserta didik aktif dalam berpikir pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Salah satu teknik pembelajaran yang dapat diterapkan kepada peserta didik secara aktif guna menunjang kelancaran proses pembelajaran adalah peserta didik diharuskan berpikir kritis terhadap pelajaran yang dipelajarinya, khususnya mata pelajaran fisika. Berpikir kritis dalam proses pembelajaran dapat berupa memecahkan masalah yang diberikan oleh guru dan menghubungkan pelajaran yang disampaikan dengan pengalaman peserta didik sehari-hari yang berkaitan dengan pelajaran tersebut
Pola pembelajaran yang dikembangkan di Indonesia dewasa ini, menuntut keaktifan peserta didik dalam proses kegiatan pembelajaran. Agar terjadi penerimaan materi secara bermakna, guru haruslah melatih peserta didik agar berpikir kritis dalam menganalisis maupun dalam memecahkan sebuah masalah. Peserta didik berpikir kritis akan mampu menolong dirinya sendiri maupun orang lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. 

Belajar yang lebih bermakna jika peserta didik mendalami materi yang dipelajarinya sehingga dapat mengetahuinya dengan mudah pelajaran tersebut. Hal ini dibandingkan dengan pembelajaran yang berorentasi pada penguasaan materi dengan menghafal terbukti berhasil dengan kompetensi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali peserta didik memecahkan persoalan kehidupan jangka panjang dan itu terjadi dikelas-kelas sekolah disekitar kita. Pelajaran tidak akan berhasil bila dilakukan secara abstrak. Pelajaran itu bermakna jika hubungan tertentu saling berkaitan satu sama lain dengan pelajaran yang akan diajarkan.

Permasalahan yang timbul dilapangan adalah meskipun para peserta didik mendapat nilai-nilai yang tinggi dalam sejumlah mata pelajaran, namun mereka tampak kurang mampu menerapkan pelajaran yang diperolehnya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap keadaan situasi yang lain. Seperti yang dikemukakan oleh ketua komite reformasi pendidikan depdiknas (Suyanto,2002) Dalam kompas edisi april 2002 “artinya, pengembangan aspek akademis masih pada tingkat yang rendah dan belum sampai pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, apalagi memecahkan masalah”.

Pemerintah telah berusaha melakukan perbaikan-perbaikan agar mutu pendidikan meningkat, diantaranya dengan perbaikan kurikulum penataran bagi guru-guru, pemyempurnaan buku-buku pelajaran dan penambahan alat peraga. Namun demikian mutu pendidikan yang dicapai belum seperti apa yang diharapkan. Perbaikan yang telah dilakukan pemerintah tidak ada artinya, jika tanpa dukungan dari guru, orang tua siswa, siswa dan masyarakat yang turut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dengan ini pemerintah berusaha meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, sekarang ini diselenggarakan dengan cara pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di SMK melalui pelajaran muatan lokal. Tujuan dari pembelajaran muatan lokal adalah memberi bekal kemampuan dan ketrampilan serta pengetahuan yang berguna bagi siswa dan masyarakat dan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam kehidupan di masyarakat. 

Teknologi informasi dan komunikasi di indikasikan belum tersampaikan dan terserap dengan baik oleh siswa,walaupun komputer bukan hal yang baru dan asing bagi sebagian besar siswa. Kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk menyerap materi pelajaran yang diberikan. Kesulitan untuk menyerap Materi-materi ini banyak dialami siswa kelas X, ditunjukkan dengan hasil belajar siswa kelas X semester I tahun pelajaran 2010 hanya mencapai nilai rata-rata. Hal ini mencerminkan adanya kendala atau kesulitan siswa dalam menyerap pelajaran pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK 2 Bima.

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan untuk mencapai hasil yang diharapkan, bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu dalam pencapaian hasil belajar atau suatu kondisi seorang siswa tidak dapat memenuhi ukuran yang telah ditentukan. 



C. Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang, dan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah:
1. Faktor-faktor apa saja penyebab kesulitan belajar siswa Kelas X yang bersifat eksternal pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima?
2. Seberapa besar faktor-faktor kesulitan belajar yang dihadapi siswa kelas X Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima tahun ajaran 2010/2011?



D. Tujuan Penelitian 
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian adalah:
1. Untuk mengetahui Faktor-faktor kesulitan belajar siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima.
2. Untuk mengetahui seberapa besar faktor kesulitan belajar yang dihadapi siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima.

E. Manfaat Penelitian 
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian adalah:
1. Sebagai masukan bagi pihak sekolah SMK Negeri 2 Bima, mengenai kesulitan-kesulitan belajar siswa yang bersifat eksternal. 
2. Sebagai masukan bagi guru bidang studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) untuk melakukan proses belajar mengajar yang sesuai dengan kondisi siswa dan membantu memecahkan permasalahan atau membimbing siswa agar kesulitan belajar yang dialami bisa diatasi dan mencapai prestasi yang diinginkan.
3. Sebagai masukan bagi siswa agar lebih meningkatakan hasil belajar pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima yang lebih tinggi. 
4. Siswa dapat mengenali serta memahami foktor-faktor kesulitan belajar, khususnya yang disebabkan oleh faktor Eksternal sehingga berupaya mengurangi hal tersebut.

Kerangka Pikir


A. Kerangka Berpikir

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran merupakan inti aktivitas pendidikan yang kompleks, hal ini ditandai dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa, baik faktor internal maupun faktor eksternal lebih jelas diterangkan bahwa faktor internal berkaitan dengan faktor siswa dan faktor eksternal berkaitan dengan faktor diluar siswa, seperti faktor sosial, budaya, lingkungan fisik dan lingkungan spiritual oleh sebab itu sebagai seorang pendidik diharapkan lebih memahami faktor-faktor kesulitan belajar siswa, sehingga pada selanjutnya lebih mengerti hal-hal apa yang harus dilakukan agar anak didiknya dapat mengikuti rangkaian kegiatan akademik lebih mudah. Tidak berhenti sampai disitu seorang kepala sekolah juga diharapkan mempunyai pemahaman yang sama dan mengerti bahwa anak didik itu mempunyai berbagai macam kesulitan belajar sehingga berusaha semaksimal munkin agar faktor-faktor kesulitan belajar yang disebabkan oleh lingkungan sekolah dapat dikurangi, misalnya mulai dari lingkungan yang bersih, pengaturan jadwal mata pelajaran yang baik, serta kebikakan-kebijakan lain yang tentunya diharapkan membantu peserta didik dalam memperoleh kondisi lingkungan belajar yang dirindukan.

B. Metode Penelitian
Bentuk penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan Kesulitan belajar tersebut. Penelitian ini berlokasi di SMK Negeri 2 Bima.

1. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat pelaksanaan penelitian di SMK 2 Bima kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Pelaksanaan penelitian direncanakan berlangsung dari bulan Agustus sampai September 2011.

2. Desain Penelitian
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain korelasi yang digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel yang berbeda.(Kalisom,2011)
Desain hubungan antara variabel dapat ditulis sebagai berikut:
X Y
Dimana:
X = Penyebab kesulitan belajar siswa
Y = Hasil belajar siswa

3. Variabel Penelitian
Variabel penelitian sebagai obyek yang diamati dalam penelitian memiliki hubungan antar variabelnya. Variabel yang akan diteliti dalam kaitannya dengan pengambilan data adalah meliputi :

1. Variabel Independen: variable ini sering disebut sebagai variable stimulus, orediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas ini adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau tibulnya vriabel dependen (terikat). Dalam SEM (Structural Equation Modeling) Pemodelan Persamaan Struktural, variabel independen disebut sebagai variabel eksogen. (Sugiyono, 2011)

2. Variabel dependen : sering disebut sebagai variabel output, criteria, konsekuensi. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variable terikat. Variabel terikat merupakan variable yang di pengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) Pemodelan persamaan struktural, variable dependen disebut sebagai variable indogen. (Sugiyono, 2011)

C. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2011).. Dalam setiap penelitian, populasi yang dipilih harus disesuaikan dengan masalah yang diteliti dan penelitian ini, populasi yang diambil yaitu seluruh siswa kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima tahun pelajaran 2011/2012, yang berjumlah 40 siswa terbagi dalam dua kelas. 



Kasih Ibu

Kasih Sayang Seorang Ibu December 22, 2010 Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu. Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya. Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman. Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi. Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu........................

Angket

I. Petunjuk pengisian
  1. Bacalah pernyataan dengan baik, kemudian berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling sesuai dengan pendapat anda.
  2. Diharapkan untuk tidak bekerja sama dan saling mempengaruhi.
  3. Mohon semua pernyataan dijawab dengan benar.
  4. Hasil angket ini tidak berpengaruh terhadap anda.
II. Identitas mahasiswa
Nama : ………………………….
Nis : ………………………….
Kelas : ………………………….

III. Pernyataan 

1.   Apakah anda senang belajar mata pelajaran di sekolahmu?
a. Tidak senang 
b. Kadang-kadang 
c. Cukup 
d. Senang 
e. Sangat senang.

2. Seberapa sering anda sakit dalam satu semester terakhir ini ?
a. lebih dari 4 kali 
b. 3 kali 
c. 2 kali 
d. 1 kali 
e. tidak pernah

3. Seringkah anda merasa kurang percaya diri atau minder jika mengikuti mata pelajaran yang disampaikan oleh gurumu ?
a. sangat sering 
b. sering 
c. cukup sering 
d. kadang-kadang 
e. tidak pernah

4. Selama anda belajar di tingkat SMK 2 Bima, seberapa sering anda memperoleh nilai dibawah standar?
a. Tidak pernah 
b. 3 kali 
c. 4 kali 
d. 5 kali  
e. lebih dari 6 kali

5. Jika guru menjelaskan materi berapa banyak pengulangan penjelasan supaya anda memahami materi?
a. Lebih dari 
5 kali penjelasan. 
b. 4 kali 
c. 3 kali 
d. 2 kali 
e. 1 kali

6. Seberapa besar perhatian anda saat guru mengajar?
a. Tidak perhatian. 
b. Kadang-kadang memperhatikan 
c. Cukup besar 
d. Besar  
e. Sangat besar.

7. Apakah anda berminat terhadap mata pelajaran sesuai dengan jurusanmu?
a. Tidak berminat. 
b. Kadang-kadang 
c. Cukup berminat 
d. Berminat 
e. Sangat berminat

8. Sebelum mengikuti pelajaran seringkah anda mempersiapkan materi dan semua keperluan belajarnya?
a. Tidak pernah 
b. Kadang-kadang 
c. Cukup 
d. Sering 
e. Sangat sering.

9. Bagaimana kebiasaan belajar anda?
a. Tidak pernah belajar. 
b. 1 kali dalam seminggu 
c. belajar bila menghadapi ulangan.
d. Belajar setiap malam 
e. Belajar setiap ada waktu senggang.

10. Seberapa besar pemahaman anda pada materi mata pelajaran yang diajarkan guru?
a. Tidak perna paham. 
 b. Agak paham 
c. Cukup paham 
d. Paham  
e. Sangat paham.

11. Jika buku penunjang yang digunakan dalam pelajaran menggunakan bahasa Inggris apakah anda dapat memahami?
a. Tidak dapat memahami  Agak dapat memahami 
b. Cukup memahami 
c. Bisa memahami 
d. Sangat memahami

12. Apakah cara mengajar guru anda mudah dipahami?
a. Tidak dapat dipahami. 
b. Agak dapat dipahami 
c. Cukup dapat dipahami
d. Bisa dipahami 
e. Sangat muda dipahami.

13. Apakah cara mengajar yang digunakan guru menarik ?
a. Tidak menari (monoton) 
b. Kurang mena 
c. Cukup menar 
d. Menarik (bervariasi)
e. Sangat menar (sangat bervariasi)

14. Bagaimana kelengkapan alat-alat praktikum yang tersedia di sekolah anda?
a. Tidak lengkap 
b. Kurang lengkap 
c. Cukup lengkap 
d. Lengkap 
e. Sangat lengkap

15. Buku apa sajakah yang anda miliki untuk menunjang mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi?
a. Tidak punya 
b. Fotocopy catatan teman 
c. Buku catatan saya
d. Buku catatan dan hand out 
e. Buku catatan,hand out dan buku-buku lain yang relevan.

16. Bagaimanakah Tugas-tugas dari guru mata pelajaran komputer?
a. Banyak dan sulit 
b. Banyak tapi mudah mengerjakannya 
c. Sedikit tapi sulit
d. Sedikit dan mudah mengerjakannnya 
e. Tidak ada

17. Bagaimana jadwal waktu pelajaran teori dan praktek Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah anda?
a. Tidak enak (kacau), waktu praktek sedikit dan terpotong oleh pelajaran lain. 
b. Kurang enak, waktu prakteksedikit sering tidak berjalan baik 
c. Cukup enak waktu praktek sedikit dan berjalan baik. 
d. Enak waktu praktek cukup berimbang dan berjalan baik. 
e. Tepat dan berjalan baik

18. Bagaimana kondisi keuangan untuk biaya sekolah yang anda peroleh dari orang tua /sumber lain?
a. Selalu kekurangan. 
b. Kadang kurang 
c. Pas-pasan 
d. Cukup 
e. Selalu menyediakan

19. Apakah orang tua anda selalu menyediakan segala keperluan sekolah,terutama alat-alat yang menunjang kegiatan belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi?
a. Tidak pernah 
b. Kurang 
c. Kadang-kadang 
d. Cukup 
e. Selalu menyediakan

20. Bagaimana perhatian / kontrol orang tua terhadap diri anda?
a. Tidak ada perhatian 
b. Kurang perhatian 
c. Kadang diperhatikan kadang tidak
d. Cukup perhatian 
e. Selalu mendap perhatian.

21. Apakah sering orang tua anda memberikan uang belanja setiap hari lebih dari 10.000 ribu?
a. Sangat sering 
b. Sering 
c. Cukup sering 
d. Kadang-kadang 
e. Tidak pernah.

22. Apakah orang tua anda sering member uang belanja kurang dari 10.000 ribu?
a. Sangat sering 
b. Sering 
c. Cukup sering 
d. Kadang-kadang 
e. Tidak pernah.

23. Pernahkah orang tua anda bertanya tentang mata pelajaran yang anda terima di sekolah? 
a. Tidak pernah 
b. Kadang-kadang 
c. Cukup 
d. Sering 
e. Sangat sering.

24. Apakah keberadaan teman dekat anda menggangu dalam belajar?
a. Sangat menggangu 
b. Menggangu 
c. Cukup menggangu 
d. Agak menggangu 
e. Tidak menggangu

25. Apakah anda sering diajak membolos dan berbuat yang kurang baik, seperti tawuran,mabuk-mabukan oleh teman bermain anda?
a. Sangat sering 
b. Sering 
c. Cukup sering 
d. Kadang-kadang 
e. Tidak pernah.

26. Keaktifan anda dalam mengikuti ekstrakurikuler (baik disekolah maupun diluar sekolah ) apakah menggangu belajar anda?
a. Sangat menggangu 
b. Menggangu 
c. Cukup menggangu 
d. Agak menggangu 
e. Tidak menggangu

27. Keaktifan anda dalam berorganisasi apakah mengganggu belajar anda?
a. Sangat menggangu 
b. Menggangu 
c. Cukup menggangu 
d. Kadang-kadang menggangu 
e. Tidak menggangu

28. Seringkah waktu senggang atau rekreasi (bermain) anda menggangu waktu belajar anda?
a. Sangat sering 
b. Sering 
c. Cukup sering 
d. Kadang-kadang 
e. Tidak pernah.

29. Seringkah anda bergaul dengan masyarakt luar pada saat jam sekolah?
a. Sangat sering 
b. Sering 
c. Cukup sering 
d. Kadang-kadang 
e. Tidak pernah.

30. Pernahkan anda berkelahi dengan masyarakat luar pada saat jam sekolah?
a. Sangat sering 
b. Sering 
c. Cukup sering 
d. Kadang-kadang 
e. Tidak pernah.