Kisah Hidup

Kamis, 09 Agustus 2012

wanita hamil


Tujuh dari 10 Wanita Hamil Terkena Anemia

Di Indonesia prevalensi anemia di kalangan pekerja memang masih tinggi. Studi mengenai anemia pada pekerja wanita yang dilakukan di Jakarta, Tangerang, Jambi, dan Kudus – Jawa Tengah membuktikan hal itu. Dilaporkan, anemia menurunkan produktivitas 5 – 10% dan kapasitas kerjanya 6,5 jam per minggu. Anemia yang menyebabkan turunnya daya tahan juga membuat penderita rentan terhadap penyakit, sehingga frekuensi tidak masuk kerja meningkat. Maka benarlah bila disimpulkan, anemia defisiensi zat besi sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Namun, menurut penelitian lain, produktivitas dapat ditingkatkan sampai 10 – 20% setelah pekerja mendapat suplemen zat besi.
Pembentuk sel darah merah
 Pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (hemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi.
Proses kekurangan zat besi sampai menjadi anemia melalui beberapa tahap. Awalnya, terjadi penurunan simpanan cadangan zat besi. Bila belum juga dipenuhi dengan masukan zat besi, lama-kelamaan timbul gejala anemia disertai penurunan Hb.
Gejala awal anemia zat besi berupa badan lemah, lelah, kurang energi, kurang nafsu makan, daya konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, stamina tubuh menurun, dan pandangan berkunang-kunang – terutama bila bangkit dari duduk. Selain itu, wajah, selaput lendir kelopak mata, bibir, dan kuku penderita tampak pucat. Kalau anemia sangat berat, dapat berakibat penderita sesak napas, bahkan lemah jantung.
Zat besi yang terdapat dalam semua sel tubuh ini berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia, di antaranya memproduksi sel darah merah. Sel itu sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Sedangkan oksigen penting dalam proses pembentukan energi agar produktivitas kerja meningkat dan tubuh tidak cepat lelah.
Zat besi juga unsur penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh, agar kita tidak mudah terserang penyakit. Menurut penelitian, orang dengan kadar Hb kurang dari 10 g/dl memiliki kadar sel darah putih (untuk melawan bakteri) yang rendah pula.
Jumlah zat besi di dalam tubuh bervariasi menurut umur, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis tubuh. Pada orang dewasa sehat, jumlah zat besi diperkirakan lebih dari 4.000 mg, dengan sekitar 2.500 mg ada dalam hemoglobin. Di dalam tubuh sebagian zat besi (sekitar 1.000 mg) disimpan di hati berbentuk ferritin. Saat konsumsi zat besi dari makanan tidak cukup, zat besi dari ferritin dikerahkan untuk memproduksi Hb.
Jumlah zat besi yang harus diserap tubuh setiap hari hanya 1 mg atau setara dengan 10 – 20 mg zat besi yang terkandung dalam makanan. Zat besi pada pangan hewani lebih tinggi penyerapannya yaitu 20 – 30%, sedangkan dari sumber nabati hanya 1 – 6%.
Wanita lebih rentan
Sebenarnya, tubuh punya mekanisme menjaga keseimbangan zat besi dan mencegah berkembangnya kekurangan zat besi. Tubuh mampu mengatur penyerapan zat besi sesuai kebutuhan tubuh dengan meningkatkan penyerapan pada kondisi kekurangan dan menurunkan penyerapan saat kelebihan zat besi.
Begitupun, anemia tetap bisa menyerang, bahkan siapa saja. Di antaranya mereka yang karena aktif, amat sibuk, dan punya keterbatasan waktu, tidak bisa mengikuti pola makan yang memenuhi kebutuhan akan zat besi.
Kemungkinan lain adalah meningkatnya kebutuhan karena kondisi fisiologis, misalnya hamil, kehilangan darah karena kecelakaan, pascabedah atau menstruasi, adanya penyakit kronis atau infeksi, misalnya infeksi cacing tambang, malaria, tuberkulose atau TB (dulu dikenal sebagai TBC).
Mereka yang berdiet pun terbuka kemungkinan menderita anemia karena diet yang berpantang telur, daging, hati, atau ikan. Padahal jenis pangan itu sumber zat besi yang mudah diserap tubuh. Tak heran bila para vegetarian cenderung mudah menderita anemia. Apalagi disertai kebiasaan tidak sarapan atau frekuensi makan tidak teratur tanpa kualitas makanan seimbang.
Demikian pula pengidap gangguan penyerapan zat besi dalam usus. Ini bisa terjadi karena gangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi, teh, atau serat makanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup.
Wanita, terutama, perlu memberi perhatian khusus pada anemia. Dimulai pada saat remaja mengalami haid di masa pubertas. Di fase ini sangat diperlukan zat gizi cukup seperti zat besi, vitamin A, dan kalsium. Sayangnya, akibat menstruasi ia harus kehilangan zat besi hingga dua kali jumlah yang dikeluarkan pria.
Pada wanita dewasa dengan berat badan 55 kg, zat besi yang keluar lewat saluran pencernaan dan kulit atau kehilangan basal berjumlah 0,5 – 1,0 mg per hari, atau umumnya sekitar 0,8 mg per hari. Sedangkan jumlah zat besi yang hilang karena haid, pada 95% populasi adalah 1,6 mg per hari. Sehingga jumlah zat besi yang hilang akibat haid ditambah kehilangan basal menjadi sekitar 2,4 mg per hari pada 95% populasi.
Tak heran bila wanita cenderung menderita kekurangan zat besi karena hilangnya zat itu di kala haid tiap bulan tanpa diimbangi asupan makanan yang cukup mengandung zat besi. Kehilangan zat besi lewat haid pada wanita biasanya konstan, tetapi bervariasi jumlahnya di antara kaum wanita. Dapat dimengerti bila beberapa wanita perlu zat besi lebih banyak daripada wanita lain.
Penyebab lain adalah kecenderungan wanita berdiet karena ingin mempertahankan bentuk tubuh ideal, tanpa mempertimbangkan jumlah zat gizi penting yang masuk, terutama zat besi.
Selain menstruasi, kondisi rawan lain adalah saat hamil dan menyusui. Anemia adalah masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 70%, atau 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia.
Pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%, ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. Sedangkan saat melahirkan, perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat kehilangan darah. Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil.
Pada banyak wanita hamil, anemia gizi besi disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat gizi dan kebutuhan yang meningkat. Selain itu, kehamilan berulang dalam waktu singkat. Cadangan zat besi ibu yang belum pulih akhirnya terkuras untuk keperluan janin yang dikandung berikutnya.
Jadi, kebutuhan zat besi untuk tiap wanita berbeda-beda sesuai siklus hidupnya. Wanita dewasa tidak hamil kebutuhannya sekitar 26 mg per hari, sedangkan wanita hamil perlu tambahan zat besi sekitar 20 mg per hari.
Saat menyusui, meski biasanya wanita tidak mengalami haid, ibu tetap kehilangan zat besi dan kalsium melalui ASI. Selain kehilangan basal normal sekitar 0,8 mg, kehilangan zat besi melalui ASI mencapai sekitar 0,3 mg per hari. Maka, ibu menyusui butuh tambahan zat besi 2 mg per hari serta kalsium 400 mg per hari.
Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko. Menurut penelitian, tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Selain itu, hewan percobaan yang bunting dan kekurangan zat besi melahirkan anak-anak dengan daya tahan rendah terhadap infeksi. Penyebabnya, sel fagosit yang bertugas menangkal bakteri infeksi tak berfungsi maksimal.
Perhatikan pola makan
Penanggulangan anemia – terutama untuk wanita hamil, wanita pekerja, dan wanita yang telah menikah prahamil – sudah dilakukan secara nasional dengan pemberian suplementasi pil zat besi. Malah ibu hamil sangat disarankan minum pil ini selama tiga bulan, yang harus diminum setiap hari. Penelitian menunjukkan, wanita hamil yang tidak minum pil zat besi mengalami penurunan cadangan besi cukup tajam sejak minggu ke-12 usia kehamilan.
Sayangnya, cara ini memberikan efek seperti mual, diare, dan lainnya. Maka, alternatifnya adalah mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan zat besi, misalnya berbentuk susu atau roti.
Suplemen tablet besi memang diperlukan untuk kondisi tertentu, wanita hamil dan anemia berat misalnya. Penderita anemia ringan sebaiknya tidak menggunakan suplemen besi, lebih tepat bila mereka mengupayakan perbaikan menu makanan. Misalnya, dengan meningkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti telur, susu, hati, ikan, daging, kacang-kacangan (tempe, tahu, oncom, kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun katuk), dan buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang). Perhatikan pula gizi makanan dalam sarapan dan frekuensi makan yang teratur, terutama bagi yang berdiet.
Biasakan pula menambahkan substansi yang memudahkan penyerapan zat besi seperti vitamin C, air jeruk, daging, ayam, dan ikan. Sebaliknya, substansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi patut dihindari.
Berkonsultasilah dengan dokter bila anemia berkaitan dengan kesehatan, misalnya infeksi, penyakit kronis, atau gangguan pencernaan.





Abstrak
Tingginya angka anemia di Propinsi Jawa Barat yang diatas rata-rata angka Nasional dan esarnya jumlah ibu yang melahirkan dengan kondisi anemia serta dampak yang ditimbulkannya, menyebabkan anemia masih merupakan masalah besar yang sedang dihadapi pemerintah.
Untuk mengetahui hubungan antara terjadinya anemia pada ibu hamil dengan frekuensi  onsumsi makanan (perilaku konsumsi makanan), maka dilakukan analisis lanjut data sekunder Survei Cepat Anemi di Jawa Barat 1997, dengan memanfaatkan variabeI perilaku konsumsi makanan (kelornpok heme, nonheme, pendorong dan penghambat) dan menghubungkannya dengan kejadian anemia pada ibu hamil, serta factor lain yang mempengaruhinya.
Jumlah sampel minimal untuk analisis lanjut dihitung dengan kekuatan uji 90%, pada tingkat kepercayaan 95%, disain effect 2 dan Po = 62.5 serta IPo - Pal = 3 %, sehingga didapatkan jumlah sampel minimal sebesar 5654 orang dan dalam analisis lanjut digunakan 6679 sampel yang memenuhi syarat dan sampel penelitian sebelumnya. alat bantu yang digunakan antara lain Epi Info (merge data) versi 5.0, SPSS versi 5.0 (manajemen data dan uji univariat) dan Stata versi 5.0 untuk analisis regresi logistik (uji bi dan multivariat).
Dari analisis lanjut terdapat kemungkinan hubungan yang bermakna antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan a) frekuensi konsumsi sayuran hijau minimal 28 kali dalam sebulan, b) frekuensi konsumsi jeruk minimal 4 kali dalam sebulan, c) tingkat pendidikan ibu (rendah/SLTP kebawah, dan d) usia kehamilam trimester satu. Sementara itu tidak terdapat kemungkinan hubungan yang bermakna antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan beberapa variabel lainnya.
Kemungkinan tidak bermaknanya beberapa variabel tersebut antara lain karena perilaku konsumsi bahan makanan ibu hamil (frekuensi bahan makanan) dalam sebulan yang masih rendah, bentuk pola menu yang dikonsumsi oleh ibu hamil yang kebanyakan berpola nabati (nonheme) yang banyak mengandung protein, serat, polyphenol dan pytat serta tanin, yang akan dapat membentuk senyawa yang lebih komplek dengan zat besi, sehingga zat besi menjadi sukar untuk diserap didalam tubuh, kemungkinan rendahnya cadangan zat besi yang ada dalam tubuh, ditunjang pula dengan rendahnya konsumsi bahan makanan pendorong, serta tingginya konsumsi faktor penghambat dan rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan ibu tentang bahan makanan, pengetahuan ibu tentang tablet tambah darah serta pemeriksaan ANC yang masih rendah, yang menyebabkan seolah-olah frekuensi konsumsi bahan makanan bukan merupakan faktor penyebab terjadinya anemia pada ibu hamil, disamping tidak diketahuinya dengan pasti besar porsi (kuantitas) yang dikonsumsi setiap kali mengkonsumsi bahan makanan.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak semua bahan makanan kelompok heme, nonheme, pendorong dan penghambat yang mempunyai kemungkinan hubungan dengan kejadian anemia, maupun dengan variabel - variabel lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pemasaran sosial bahan makanan kelompok heme, nonheme, pendorong dan penghambat dan faktor faktor lain melalui program JPS yang sedang diluncurkan pemerintah saat ini. Ini dimaksudkan untuk mengatasi peningkatan kejadian anemia khususnya dan kesehatan ibu hamil pada umumnya. Pemasaran sosial dengan menggunakan media komunikasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi ibu hamil serta tingkat materi yang mudah untuk dipahami, diharapkan akan dapat memberi dampak yang lebih baik terhadap penurunana kejadian anemia pada ibu hamil.





ANEMIA FREKWENSI IBU HAMIL


Prevalensi Anemia kurang besi pada ibu hamil
Meskipun sudah diketahui sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama termasuk di Indonesia. namun penelitian yang ditujukan pada masalah ini masih sangat terbatas. Data yang diperoleh sebagian besar berasal dari rumah sakit yang terkumpul melalui survei. yang umumnya hanya meliputi daerah yang terletak di pulau Jawa.
Prevalensi anemia yang didapat dari beberapa hasil studi di Indonesia terutama disebabkan oleh kurangnya zat besi. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1985-1986 terhadap 3349 ibu hamil. mendapatkan 73.7 % menderita anemia (Hb 11.0 Kalimantan Barat yaitu 87.6 % dan terendah di daerah Yogyakarta yaitu 57.5 %. Didapatkan pula prevalensi anemia pada trimester III lebih tinggi dari trimester I.
Muhilal dkk pada tahun 1985 telah melakukan penelitian di tiga Kecamatan di Kabupaten Kuningan terhadap 87 orang ibu hamil, diperoleh hasilnya adalah 37,3 % menderita anemia (15). Oari beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa pada ibu hamil di Jawa Timur tahun 1976 di dapat 40,5 % adalah anemia. Penelitian di daerah ujung Berung Jawa barat 1980, didapati prevalensi anemia pada ibu hamil adalah sebesar 44,3 %.
Prevalensi anemia ibu hamil yang didapati dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dahro dkk di empat Propinsi Wilayah Indonesia Bagian Timur terhadap 1706 orang ibu hamil, dari hasil penelitian tersebut diperoleh 50,1 % menderita anemia dengan prevalensi tertinggi didapat di Propinsi Timor Timur yaitu 64,7 % dan yang terendah adalah di Propinsi Irian Jaya yaitu 38,0 %. Hal ini menggambarkan bahwa resiko anemia pada ibu hamil cenderung lebih besar di Propinsi Timor Timur dari pada ditiga Propinsi lainnya.
Prevalensi anemia ibu hamil di beberapa negara seperti di Philipina adalah 48 %, Thailand adalah 22 -39 % dan di Republik Rakyat Gina menunjukkan sebesar 32 %. Di India, penyebab anemia gizi pada ibu hamil juga disebabkan oleh kurangnya zat besi. suatu penelitian terhadap 232 ibu hamil di daerah pedesaan ditemukan 75 % ibu hamil adalah anemia, didaerah Selatan India di dapatkan 33 % ibu hamil menderita anemia.
Dari reviu yang dibuat oleh Florentino dan Kuizon tahun 1984, dilaporkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil di Srilangka adalah sebanyak 62 %, di Pakistan 54 %. di Nepal lebih dari 50 % dan di Bangladesh 82 %.
Dari uraian di atas tampak jelas bahwa anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat di Asia dengan prevalensi yang lebih tinggi pada negara-negara miskin dan prevalensi yang lebih rendah pada negara-negara yang lebih maju seperti Jepang dan Korea. Terdapat kesamaan bahwa kurang zat besi adalah penyebab utama terjadinya anemia.

Selasa, 07 Agustus 2012

CINTA


CINTA TERAKHIRKU HANYA TO KAMU SAYANG
Sekarang ku labuhkan cintaku padamu
jangan kau hancurkan hatiku
karena aku tahu sakitnya

Sekarang aku percayakan semua kepadamu
Jangan buat ku menangis
Seperti yang dulu dia lakukan

Sekarang biarkan bulan dan bintang menemani kita malam ini
Biarkan mereka menjadi saksi cinta kita
Biarkan indahnya malam menemani sucinya cinta

Tersenyumlah menatap bulan dan bintang
Hilangkan rasa sakit yang kau rasa
Biarkan aku menghapus bersama malam
Jadikan hal ini yang terindah
Agar cinta kita utuh selamanya

HARI PALING TERINDAH


CERITA HARI LAHIR KU TAHUN INI..

Add caption
alhamdulillah...
8 Agustus 2012
bertambah lagi angka 1 dalam umur ku..
semakin hari,, aku semakin banyak melangkah..
dan semakin aku banyak belajar dlm meniti perjalanan..


bagi aku,, tahun ini,, amat berbeza..
kenapa??
kerana 1 tahun sebelum ini,, ak menyambut kedatangan hari lahir ku di tanah daeng (kota Makassar)
tahun ini aku tidak berkesempatan utk lari ke cameron utk menyambut kedatangan hari yang bersejarah dalam hidup aku ni..
ak memang tidak pernah mengadakan apa apa sambutan utk hari lahir ku..
cuma aku akn menenangkan fikiran aku n jauhi diri aku dari semua orang pada hari lahir aku..
itu yang aku lakukan...


tahun ini,, ak berada di teratak ayah ibu ku..
sebelum ibu keluar bekerja,, dia mngucapkan selamat hari lahir kpd aku,, sdangkan aku masih mamai mase tu..
aku bangun tidur dalam jam 10pagi..
ternyata aku dikejutkan dengan sesuatu...
ak sebak sebenarnya.. sebab aku xsangka akan mendapat kejutan seperti itu..
ayah ku dan mnyiapkan segalanya..
aku kluar dari bilik,, aku mlihat semuanya tersusun di atas meja..

aku ucapkan terimakasih ma teman2ku yang memberikan ucapanku,,,
terimakasi to sayangku sri handayani yang ada di bima sekarang,,AKU TETAP MENCINTAIMU TO SELAMANYA

INSTALASI LISTRIK


Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah

Setelah beberapa artikel di instalasilistrikrumah.com yang dirilis sebelumnya sudah membahas mengenai pengertian dasar dan faktor keselamatan dari alat-alat listrik yang sering kita pakai di rumah, untuk selanjutnya kami coba mengetengahkan tema artikel yang membahas mengenai jenis-jenis perlengkapan yang dipasang dalam instalasi listrik rumah. Memang sih ini seperti kembali ke awal, tetapi kami tentunya tetap berpegang pada komitmen “memudahkan masyarakat yang awam mengenai listrik untuk lebih familiar dengan peralatan listrik yang ditemui sehari-hari”. Dari hal-hal dasar inilah tentunya akan lebih mudah untuk membahas lebih detail aspek-aspek lain dari peralatan-peralatan itu. Dan juga setidaknya bila kenal mudah-mudahan akan lebih mudah kalau suatu saat terjadi masalah di rumah, kita sebagai pelanggan listrik bisa menginformasikan masalahnya dengan jelas baik ke pihak PLN atau instalatir listrik sehingga proses penyelesaiannya dapat lebih cepat.
Andaikata ada masalah listrik di rumah yang kita laporkan ke bagian pelayanan gangguan PLN dan petugas tersebut mencoba menanyakan apakah ada bagian peralatan yang “trip” atau “turun”, pastilah jawaban “tidak tahu” atau “enggak ngerti” akan bisa dihindari. Memang sih bila pelanggan yang nggak mengerti sama sekali tentu sangat dimaklumi (namanya juga customer yang tinggal pakai dan bayar, wajar dong…), apalagi dengan pertanyaan teknis seperti itu. Tapi perlu juga dimaklumi bila ada petugas PLN sedikit menanyakan hal teknis, karena sangat memudahkan untuk memperkirakan kira-kira dimana akar masalahnya dan waktunya tentu lebih cepat. (Untuk petugas yang sudah berpengalaman mungkin nggak perlu tanya lagi karena biasanya mereka sudah bisa memperkirakan asal muasal penyebabnya). Semoga anda tidak sering-sering mengalami yah…
Baiklah, paragraf diatas hanya sekedar gambaran situasi. Nah, sekarang kita coba bahas satu persatu peralatan instalasi listrik yang utama dan umum terpasang di perumahan.

1.  Bargainser (“Meteran Listrik”)
Bargainser tipe Analog
Bargainser yang dipasang di Instalasi Listrik Rumah
Alat ini terpasang di tiap rumah yang berlangganan listrik PLN. Bagian ini adalah batas antara PLN dan pelanggan. Lepas dari ini adalah tanggung jawab pelanggan. Bargainser adalah masih tanggung jawab PLN. Jadi alat ini milik PLN dan disegel oleh PLN. Hanya petugas resmi dari PLN yang berhak membuka bargainser ini. Saat membuka biasanya segel dirusak dan kemudian dipasang segel baru sesudah ditutup kembali. Karena itu bila terjadi masalah dengan bagian ini, segera panggil petugas PLN.
Posisi pemasangan di bagian depan dari rumah untuk memudahkan pencatatan pemakaian listrik oleh petugas PLN. Terdapat juga informasi mengenai ID pelanggan (No. kontrak pelanggan) di bargainser ini.
Bila ada rumah yang menggunakan listrik tetapi tidak ada bargainser terpasang, bisa jadi rumah tersebut menggunakan pembangkit listrik sendiri (genset), disuplai dari rumah lainnya atau pemakaian illegal (kami yakin kesadaran masyarakat kita sudah sangat bagus untuk selalu menggunakan pemakaian legal).
Fungsi-fungsi dari bargainser adalah :
·         Pembatas daya yang digunakan oleh pelanggan (sesuai dengan kontrak pemasangan)
·         Mencatat daya yang dipakai oleh konsumen. Karena itu ada yang menyebutnya “kWh Meter” atau “Meteran Listrik” (kWh : kilowatt hour)
·         Saklar utama pemutus aliran listrik bila terjadi kelebihan pemakaian daya oleh pelanggan, adanya gangguan hubung singkat dalam instalasi listrik rumah pelanggan atau sengaja dimatikan untuk keperluan perbaikan instalasi listrik rumah.
Dalam bargainser ini terdapat komponen utama yaitu circuit breaker (MCB : Miniature Circuit Breaker), spin control dan meter listrik.
·         Circuit Breaker (MCB)
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, MCB inilah komponen yang bertugas memutus aliran listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan oleh konsumen atau bila terjadi gangguan hubung singkat dari suatu peralatan listrik di rumah. Pun saat melakukan perbaikan instalasi listrik rumah, komponen ini sebaiknya dimatikan.
·         Meter Listrik (kWh Meter)
Sebagai penunjuk besarnya daya listrik yang telah digunakan pelanggan. Satuannya dalam kWh (kilowatt hour). Indikatornya terlihat dari angka-angka yang tercatat. Petugas pencatat PLN yang rutin berkunjung tiap bulan selalu mencatat angka-angka ini.
·         Spin Control
Merupakan sebuah komponen yang bekerja dengan berputar bila terjadi pemakaian daya listrik. Semakin besar daya yang dipakai maka perputaran akan semakin cepat. Besarnya daya pemakaian akan dicatat oleh “meter listrik” dan bila kelebihan akan dibatasi oleh MCB.

Bargainser tipe digital
Bargainser tipe digital yang dipasang di instalasi listrik rumah
Saat ini ada 2 macam bargainser, yaitu analog dan digital. Model analog masih sangat umum dipakai di perumahan, sedangkan model digital biasanya  lebih digunakan untuk pelanggan PLN pra-bayar (dikenal dengan system pulsa). Untuk system ini, pelanggan hanya perlu membayar terlebih dahulu sejumlah uang kepada PLN (bisa melalui ATM dengan memasukkan kode pelanggan yang diperlukan) dan kemudian mendapatkan kode semacam voucher untuk dimasukkan dalam bargainser tersebut. Persis seperti membeli pulsa pra-bayar.
Termasuk dalam alat ini adalah sambungan kabel pentanahan (“Arde” atau “Grounding”). Mengenai pentanahan akan dibahas dalam bagian terakhir.
2.  Pengaman Listrik (“Sekering” atau “Panel Hubung Bagi”)
Bagian ini lebih dikenal orang dengan nama “Sekering”. Asalnya dari bahasa Belanda “Zekering”. Dalam bahasa Inggris biasa disebut “Fuse”.
Fungsi utamanya adalah mengamankan instalasi bila terjadi masalah seperti hubung singkat di peralatan listrik dengan cara memutus arus listriknya.
Dalam bagian pengaman listrik ini, instalasi listrik rumah dibagi dalam kelompok atau grup (kadang disebut juga dengan istilah Panel Hubung Bagi). Tujuan paling utama adalahtentu saja faktor keamanan. Apabila ada masalah pada suatu peralatan listrik, misal hubung singkat, maka tidak keseluruhan aliran listrik ke rumah akan terputus. Dan akan lebih mudah mencari bagian dari instalasi listrik tersebut yang bermasalah. Syaratnya tentu saja pemilik rumah harus tahu pembagian grup ini.
Pembagian grup dalam suatu instalasi listrik rumah, dalam hal ini adalah yang paling umum, biasanya per area, misalnya :
·         Antara bagian depan dan bagian belakang rumah.
·         Antara sayap kiri atau sayap kanan rumah.
·         Untuk rumah 2 lantai, bisa dibagi per lantai
·         Antara berbagai macam beban listrik, seperti pompa air, lampu, stop kontak, AC dan lain-lain.
Perlu dicatat bahwa semakin banyak pembagian grup tentunya berimbas pada biaya pemasangan instalasi listrik. Dihitung dari jumlah pengaman dan kabel yang terpasang serta jasa pemasangan instalasi listriknya.  Tapi juga faktor keamanan dan kemudahan mencari sumber permasalahan instalasi listrik akan turut berpengaruh.
Eh..kalo memang namanya sekering atau “fuse”, kok bentuknya sekarang ini adalah MCB ya? Apa bedanya sih?
Baiklah teman, memang sih ada 2 jenis pengaman listrik :
·         Pengaman lebur (“Sekering” atau” Fuse”)
Box Sekering
Box tipe pengaman lebur (Sekering)
Merupakan komponen pengaman listrik yang sifat kerjanya meleburkan kawat yang dipasang didalam komponen tersebut apabila kawat tersebut dilewati dengan arus hubung singkat tertentu. Jenis kawatnya berbeda-beda untuk tiap hantar kawat dengan arus nominal tertentu, misal 2A (Ampere), 4A, 6A dst.
Ada dua jenis dari komponen ini, yaitu tipe kawat lebur dan tipe tombol. Untuk tipe kawat lebur mempunyai prinsip kerja seperti penjelasan di atas dan untuk menormalkan kembali perlu diganti dengan pengaman lebur yang baru. Sedangkan untuk tipe tombol (seperti gambar diatas), bila terjadi masalah hubung singkat maka arus listrik akan terputus dan untuk menormalkan kembali cukup dengan menekan tombol yang besar tersebut. Tombol kecil berfungsi untuk memutus aliran listrik.
Komponen pengaman tipe lebur ini mulai jarang digunakan karena ada kerepotan tersendiri bila putus karena terjadi masalah. Apalagi bila persediaan sekering di rumah tidak ada. Tetapi secara jujur perlu diakui bahwa komponen ini akan bekerja sempurna memutus listrik bila terjadi masalah, asal saja komponen ini original kawatnya tanpa kita rubah sendiri. Berbeda dengan tipe berikut yaitu MCB yang mempunyai fungsi sebagai pemutus arus lsitrik bila kelebihan beban atau terjadi hubung singkat, pengaman lebur hanya berfungsi bila terjadi hubung singkat saja.




·         Pengaman thermal (“MCB” atau “Circuit Breaker”)
Box pengaman tipe MCB
Pengaman tipe MCB
Merupakan komponen listrik yang bekerja dengan system thermal atau panas. Didalamnya terdapat bimetal, dimana bila arus listrik yang mengalir melebihi ukuran tertentu (karena kelebihan beban atau terjadi hubung singkat) dari MCB ini, maka bimetal ini secara mekanis akan memutus aliran listrik dan menggerakkan tuas ke posisi “OFF”. Untuk menormalkan kembali sangat mudah, hanya dengan mengembalikan tuas ke posisi “ON”.
Jenis ini lebih banyak digunakan di instalasi listrik rumah. Hanya saja komponen ini punya kelemahan, yaitu bila secara mekanis ada masalah maka MCB ini tidak akan bekerja. Karena itulah perlu memilih MCB dengan kualitas baik dan bukan melulu yang paling murah.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, mulai dari bagian Pengaman listrik inilah menjadi tanggung jawab pelanggan. Bagian ini sangat “customized”, sesuai dengan permintaan pelanggan dan dipasang oleh instalatir listrik bersamaan dengan bagian instalasi listrik lainnya. Bila terjadi masalah pada bagian ini, pelanggan bisa menghubungi instalatir listrik tersebut atau petugas PLN pun masih bisa membantu bila kondisi darurat seperti malam hari.
Dalam beberapa proyek pemasangan instalasi listrik rumah, instalatir listrik kadangkala membuat terminal kabel pentanahan atau arde tersambung dalam box pengaman ini. Sehingga kabel pentanahan dari bargainser PLN akan dihubungkan di terminal ini.
Tema “Mengenal Peralatan Listrik Rumah” ini sebenarnya cukup panjang pembahasannya. Untuk menghindari informasi yang overload bagi pembaca, maka artikelnya kami bagi dalam 3 bagian. Dan jangan khawatir, bagian berikutnya, “Mengenal Peralatan Instalasi Listrik Rumah (2)“, sudah siap untuk dibaca. Semoga bagian ini mendatangkan manfaat bagi anda.
Salam,

Jumat, 03 Agustus 2012

Perempuan Malam …


Kubuka mata perlahan, tak tahu sudah berapa lama aku tertidur … pulas … yah aku tertidur pulas tanpa mimpi. Aku tak tahu sejak kapan mimpi meninggalkan tidurku, bukan hanya didalam tidur diangan pun mimpi itu sudah tak ada.

Dulu aku suka bermimpi, aku suka bermimpi berjalan di tanah lembut berbau lembab, sambil memandang daun-daun hijau dan berteman desauan angin . Dulu aku suka bermimpi tidur dibuaian kapuk putih selembut sutra, tapi dulu juga aku suka bermimpi telanjang. Entah kenapa aku sering bermimpi telanjang. Yah bulat … tanpa satu helai benangpun . Polos , atau memang itu pertanda aku harus telanjang didepan semua lelaki?

Aku perempuan malam yang bentuk tubuhnya diingini oleh perempuan manapun di seluruh negeri. Kulitku putih bersih seperti susu tanpa cacat secuilpun. Rambutku bergelombang indah hitam dan selalu wangi, hidungku bangir dan indah, bibirku seksi merah walaupun tanpa gincu. Mataku yang paling indah, bola mata itu hitam dan cerah warna putihnya. Memancarkan kecantikkan sempurna seorang perempuan. Aku menyebut diriku perempuan. Aku suka kata perempuan. Tapi aku bukan perempuan suci yang pantas di sanjung atau dipanggil bunda. Hanya perempuan suci yang pantas dipanggil bunda. Aku? , aku hanya perempuan malam.

Dan dikaca besar ini kembali kupandangi tubuh indah ini, siapa laki-laki tak tergiur dengan santapan lezat ini. Mungkin lelaki paling shaleh pun akan terpesona dan lupa dengan sorbannya. Aku tersenyum, mengapa Tuhan memberiku keindahan tapi sekaligus menghukum keindahan itu.

Tanganku meraba leherku yang jenjang putih mulus, tak ingat aku sudah berapa banyak nafas didenguskan di leher ini. Aku raba bibirku, tak tahu pula sudah berapa banyak bibir yang menyentuh dan melumatnya . Kuraba dada busungku, indah , kenyal dan menggiurkan, kembali aku tak berhitung sudah berapa sentuhan yang membuatnya bergelora. Lalu ku sentuh gerbang itu, tak tahu pula aku berapa banyak sudah lelaki yang kubuat menggelinjang dan melepas keinginan paling buas dimuka bumi ini.

Kembali aku tersenyum, puaskah aku? . Tidak penting seberapa puas aku, yang penting mereka puas. Buat mereka aku hanya seperti seonggok daging yang bisa mereka buat seperti apa yang mereka pikirkan di otak paling kotor mereka. Aku sudah terbeli. Jadi layak jika aku diperlakukan seperti barang, dirindukan di pakai kembali, jika rasa telah hilang, di simpan kembali.

Disimpan? , kata apa pula itu, aku bukan sesuatu yang indah yang bisa disimpan, aku hanya angin yang datang ketika gemuruh gelora asmara meminta syahwat. Tak lebih. Tapi hanya ada satu lelaki yang membuat aku bukan sekedar syahwat. Tapi aku adalah makhluk indah seindah bidadari langit . Ah julukan dia itu kepadaku membuat aku terpental , tidak membuat semu merah di pipiku yang halus putih bersih. Tapi cukup membuat mata hatiku tersenyum, dan dia tidak tahu itu. Hanya kepada laki-laki ini aku menjadi perempupan suci.

Lelaki itu bukan hanya datang untuk berhasrat, lelaki itu selalu membuat aku seperti bidadari langit. Dia memperlakukan aku dengan indah, dia mencium seluruh tubuhku dengan kasih, dia memasuki diriku dengan kelembutan, tak pernah ada rasa sakit. Jiwa raga , relung hati, semua miliknya . Kami tidak bersuara, kami diam, tapi dalam diam, kami menikmati keintiman ini. Kami tak perlu desahan untuk memberi tahu tubuh kami bahwa kami menjadi satu. Kami menikmatinya dalam diam.

Kadang dia datang hanya ingin memelukku dalam diam, dia bilang dia hanya ingin mendengar detak jantungku, dia hanya ingin memelukku. Merasakan hangat dekapannya, membuatku ingin bermimpi, tapi perempuan sepertiku apa bisa punya mimpi? . Sudah bertahun-tahun mimpi itu tak lagi singgah. Mungkin mimpi hanya untuk orang-orang suci.

Lelaki itu akan datang malam ini . Malam ini sengaja aku menggulung rambutku keatas, sehingga terlihat jelas jenjang leherku yang indah, kukenakan giwang kecil pemberiannya. Hanya perhiasan itu yang kupakai. Tak lebih . Gaun yang kukenakan pun hanya gaun malam biasa, dengan bahan yang sejuk, tergerai pas ditubuhku yang ramping, tapi aku merasa bahwa aku bisa mengalahkan bidadari langit sekalipun. Ini warna kesukaannya, hijau , yah hijau pupus ini menjadi lebih cantik disanding dengan pualam putih kulitku. Wangi kulitku semerbak. Gincu yang kupakai juga hanya sekilas. Kaca yang memantulkan sosok tubuh ini tak pernah bohong. Aku cantik.

Lelaki itu tak pernah terlambat, tak pernah sedetikpun, hatiku selalu bergemuruh menanti kedatangannya. Selalu seperti itu. Dia lelakiku . Seperti malam ini.

Lelaki itu datang …..

Pendahuluan


BAB I
LATAS BELAKANG

A. Judul Penelitian : 
ANALISIS KESULITAN BELAJAR YANG BERSIFAT EKSTERNAL SISWA PADA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN (TKJ) SKM NEGERI 2 BIMA 

B. Latar Belakang 
Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 merupakan salah satu tujuan negara Republik Indonesia dimana tujuan tersebut selanjutnya dituangkan dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, yang kemudian dirumuskan dalam Undang Undang RI Nomor 20 Tahun 2003: pasal 3, tentang sistem Pendidikan Nasional.
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dari waktu ke waktu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi makin pesat. Arus globalisasi semakin hebat. Akibat dari fenomena ini antara lain munculnya persaingan dalam berbagai bidang kehidupan, diantaranya bidang pendidikan. Untuk menghadapi tantangan berat ini dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satu cara yang ditempuh adalah melalui peningkatan mutu pendidikan.

Pendidikan merupakan aspek penting bagi pengembangan sumber daya manusia, sebab pendidikan merupakan wahana atau salah satu instrumen yang digunakan bukan saja untuk membebaskan manusia dari keterbelakangan, melainkan juga dari kebodohan dan kemiskinan. Keberhasilan pendidikan sangat tergantung pada unsur pelaksanaan pendidikan itu sendiri yaitu guru. Guru secara langsung mempengaruhi membina dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar menjadi manusia yang cerdas dan bermoral tinggi. Oleh karena itu, guru harus mampu mengembangkan keterampilan-keterampilan dalam proses pembelajaran guna meningkatkan mutu dan proses belajar peserta didik. Penguasaan bidang studi yang akan diajarkan oleh seorang guru belum sepenuhnya dapat menjamin keberhasilan guru tersebut dalam mengajar peserta didik. Dalam hal ini, guru sebagai pendidik perlu melengkapi kemampuan mengajar yang berorientasi pada peserta didik. Salah satu orientasi tersebut adalah peserta didik aktif dalam berpikir pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Salah satu teknik pembelajaran yang dapat diterapkan kepada peserta didik secara aktif guna menunjang kelancaran proses pembelajaran adalah peserta didik diharuskan berpikir kritis terhadap pelajaran yang dipelajarinya, khususnya mata pelajaran fisika. Berpikir kritis dalam proses pembelajaran dapat berupa memecahkan masalah yang diberikan oleh guru dan menghubungkan pelajaran yang disampaikan dengan pengalaman peserta didik sehari-hari yang berkaitan dengan pelajaran tersebut
Pola pembelajaran yang dikembangkan di Indonesia dewasa ini, menuntut keaktifan peserta didik dalam proses kegiatan pembelajaran. Agar terjadi penerimaan materi secara bermakna, guru haruslah melatih peserta didik agar berpikir kritis dalam menganalisis maupun dalam memecahkan sebuah masalah. Peserta didik berpikir kritis akan mampu menolong dirinya sendiri maupun orang lain dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. 

Belajar yang lebih bermakna jika peserta didik mendalami materi yang dipelajarinya sehingga dapat mengetahuinya dengan mudah pelajaran tersebut. Hal ini dibandingkan dengan pembelajaran yang berorentasi pada penguasaan materi dengan menghafal terbukti berhasil dengan kompetensi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali peserta didik memecahkan persoalan kehidupan jangka panjang dan itu terjadi dikelas-kelas sekolah disekitar kita. Pelajaran tidak akan berhasil bila dilakukan secara abstrak. Pelajaran itu bermakna jika hubungan tertentu saling berkaitan satu sama lain dengan pelajaran yang akan diajarkan.

Permasalahan yang timbul dilapangan adalah meskipun para peserta didik mendapat nilai-nilai yang tinggi dalam sejumlah mata pelajaran, namun mereka tampak kurang mampu menerapkan pelajaran yang diperolehnya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap keadaan situasi yang lain. Seperti yang dikemukakan oleh ketua komite reformasi pendidikan depdiknas (Suyanto,2002) Dalam kompas edisi april 2002 “artinya, pengembangan aspek akademis masih pada tingkat yang rendah dan belum sampai pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, apalagi memecahkan masalah”.

Pemerintah telah berusaha melakukan perbaikan-perbaikan agar mutu pendidikan meningkat, diantaranya dengan perbaikan kurikulum penataran bagi guru-guru, pemyempurnaan buku-buku pelajaran dan penambahan alat peraga. Namun demikian mutu pendidikan yang dicapai belum seperti apa yang diharapkan. Perbaikan yang telah dilakukan pemerintah tidak ada artinya, jika tanpa dukungan dari guru, orang tua siswa, siswa dan masyarakat yang turut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dengan ini pemerintah berusaha meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki ketrampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, sekarang ini diselenggarakan dengan cara pembelajaran teknologi informasi dan komunikasi di SMK melalui pelajaran muatan lokal. Tujuan dari pembelajaran muatan lokal adalah memberi bekal kemampuan dan ketrampilan serta pengetahuan yang berguna bagi siswa dan masyarakat dan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam kehidupan di masyarakat. 

Teknologi informasi dan komunikasi di indikasikan belum tersampaikan dan terserap dengan baik oleh siswa,walaupun komputer bukan hal yang baru dan asing bagi sebagian besar siswa. Kenyataannya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk menyerap materi pelajaran yang diberikan. Kesulitan untuk menyerap Materi-materi ini banyak dialami siswa kelas X, ditunjukkan dengan hasil belajar siswa kelas X semester I tahun pelajaran 2010 hanya mencapai nilai rata-rata. Hal ini mencerminkan adanya kendala atau kesulitan siswa dalam menyerap pelajaran pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK 2 Bima.

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan-hambatan untuk mencapai hasil yang diharapkan, bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu dalam pencapaian hasil belajar atau suatu kondisi seorang siswa tidak dapat memenuhi ukuran yang telah ditentukan. 



C. Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang, dan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah:
1. Faktor-faktor apa saja penyebab kesulitan belajar siswa Kelas X yang bersifat eksternal pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima?
2. Seberapa besar faktor-faktor kesulitan belajar yang dihadapi siswa kelas X Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima tahun ajaran 2010/2011?



D. Tujuan Penelitian 
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian adalah:
1. Untuk mengetahui Faktor-faktor kesulitan belajar siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima.
2. Untuk mengetahui seberapa besar faktor kesulitan belajar yang dihadapi siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima.

E. Manfaat Penelitian 
Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian adalah:
1. Sebagai masukan bagi pihak sekolah SMK Negeri 2 Bima, mengenai kesulitan-kesulitan belajar siswa yang bersifat eksternal. 
2. Sebagai masukan bagi guru bidang studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) untuk melakukan proses belajar mengajar yang sesuai dengan kondisi siswa dan membantu memecahkan permasalahan atau membimbing siswa agar kesulitan belajar yang dialami bisa diatasi dan mencapai prestasi yang diinginkan.
3. Sebagai masukan bagi siswa agar lebih meningkatakan hasil belajar pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Negeri 2 Bima yang lebih tinggi. 
4. Siswa dapat mengenali serta memahami foktor-faktor kesulitan belajar, khususnya yang disebabkan oleh faktor Eksternal sehingga berupaya mengurangi hal tersebut.